Syurga Begitu Dekat Bersamamu





    Bismillahirrahmanirrahim






Aku yakin banyak yang mahfum jalan hijrah tidak mudah. Hijrah adalah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain yang jauh lebih baik. Berpindah sudah pasti berjalan. Debu hingga batu menyelinap di antara lembar-lembar perjalanan. Mengusik tumbuhnya bulir-bulir iman. Yang aku tau iman adalah pekerjaan hati. Tidak hanya rindu yang berat. Menata hati jauh lebih berat. Hati itu lemah dan mudah lelah. Godaan demi godaan serta rayuan demi rayuan datang berurutan. Agar apa? Agar hati kuat dan senantiasa terbiasa untuk meletakkan Allaah di hati sahaja.
Masih ingat kisah ummul mukminin Sayyidah Shafiyyah binti Huyay? Putri pemimpin Yahudi yang menjadi salah satu tawanan perang kaum muslimin setelah peristiwa perang Khandaq. Ia adalah wanita yang cerdas. Rasulallah SAW menikahinya setelah ia mengikrarkan kalimat tauhid dan kebebasan adalah mahar baginya, namun ia memilih tinggal bersama Nabi SAW. Setelah menjadi ummul mukminin cobaan demi cobaan tentu singgah, kecemburuan ummul mukminin yang lain terhadap kehadiran beliau salah satunya. Di dalam hadits riwayat Tirmidzi disebutkan,
“Ketika Shafiyyah mendengar Hafshah berkata, ‘Perempuan Yahudi!’ dia menangis, kemudian Rasulullah menghampirinya dan berkata, ‘Mengapa engkau menangis?’ Dia menjawab, ‘Hafshah binti Umar mengejekku bahwa aku wanita Yahudiah.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. bersabda, ‘Engkau adalah anak nabi, pamanmu adalah nabi, dan kini engkau berada di bawah perlindungan nabi. Apa lagi yang dia banggakan kepadamu?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. kemudian berkata kepada Hafshah, ‘Bertakwalah engkau kepada Allah, Hafshah!”
Sangat jelas bukan bahwa jalan hijrah adalah jalan yang tidak mudah, pun bagi mereka ummul mukminin istri manusia istimewa. Meskipun demikian Rasulallah SAW senantiasa mendukung dan menguatkan Sayyidah Shafiyyah agar ia tetap istiqomah di jalan Allaah.
Karena hati itu sangat lemah sudah menjadi barang tentu setiap Bani Adam yang menempuh jalan hijrah harus memiliki penguat. Selain tujuan meraih ridha Allaah, sahabat adalah salah satu aspek penting dalam kelangsungan dan keberhasilan hijrah. Pernah mendengar bahwa hijrah itu mudah yang sulit adalah istiqomah? Anggukan pembenaran pasti muncul setelahnya. Istiqomah berarti konsisten. Konsisten mempertahankan apa yang telah menjadi pilihan. Ketika hendak istiqomah ara melintang. Godaan muncul. Karena apa? Karena pada hakikatnya hati manusia itu mudah terbolak balik. Disitulah syaitan hadir dan melontarkan segenap tipu daya. Maka berdoalah ‘yaa Muqolibal quluub tsabists qolbi ‘ala dinnik’ yang artinya wahai Dzat yang membolak-balikan hati tetapkanlah hati ini di atas agama-Mu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Bercadar

Hari ini

Ziarah Cinta Menujumu